Rabu, 07 Mei 2014

Penghubung Antarkalimat dan Kata Maka




Kata maka  sering menyertai ungkapan penghubung antarkalimat, seperti sehubungan dengan itu maka, oleh karena itu maka, dengan demikian maka, setelah itu maka, jika demikian maka, sebagaimana terlihat pada contoh-contoh berikut.
(1)   Sehubungan dengan itu maka suatu penelitian harus dibatasi secara jelas supaya simpulannya terandalkan.
(2)   Oleh karena itu maka perencanaan penelitian harus disusun berdasarkan observasi lapangan.
(3)   Dengan demikian maka rencana yang disusun dapat dilaksanakan dengan baik.
(4)   Jika demikian maka penelitian tidak akan menemukan hambatan.
(5)   Setelah itu maka peneliti dapat menyusun rencana penelitian tahap berikutnya.
Contoh kalimat itu banyak terdapat dalam ragam bahasa lisan. Kata maka pada kalimat-kalimat itu harus ditiadakan dan digunakan tanda koma karena kata maka  tidak menyandang fungsi, atau unsur penghubung antarkalimat itu ditiadakan sehingga kata maka menjadi penghubung antarkalimat; dan susunan kalimat menjadi gramatikal.
(1)   Sehubungan dengan itu, suatu penelitian harus dibatasi secara jelas supaya simpulannya terandalkan.
(2)   Maka, suatu penelitian harus dibatasi secara jelas supaya simpulannya terandalkan.
(3)   Oleh karena itu, perencanaan penelitian harus disusun berdasarkan observasi lapangan.
(4)   Maka, perencanaan penelitian harus disusun berdasarkan observasi lapangan.
(5)   Dengan demikian, rencana yang disusun dapat dilaksanakan dengan baik.
(6)   Maka, rencana yang disusun dapat dilaksanakan dengan baik.
(7)   Jika demikian, penelitian tidak akan menemukan hambatan.
(8)   Maka, penelitian tidak akan menemukan hambatan.
(9)   Setelah itu, peneliti dapat menyusun rencana penelitian tahap berikutnya.
(10)  Maka, peneliti dapat menyusun rencana penelitian tahap berikutnya.

Sumber:
Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: PT Gramedia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar